1. Duduk dibelakang
Dari mulai masuk kelas aja
dosen udah punya penilaian. Penilaian kalau kita itu mahasiswa yang nggak aktif
yang cuma modal hadir. Apalagi kalau sampai ribut di belakang. Alhasil, dosen
akan lebih buruk menilai kita. Biasanya strategi ini digunakan pas memasuki
ujian. Biar gampang nyontek, trus nyuil-nyuil temen di depan untuk minta
jawaban.
2. Nggak aktif
Kalau yang tadi duduk
dibelakang. Nah, bagaimana dengan yang duduk di depan tapi tidak aktif? Aktif
disini adalah suka bertanya dan menjawab jika dosen bertanya. Yang ditanyakan
itu mengenai mata kuliah, bukan bertanya tentang hidupnya dosen itu kalau di
rumah bagaimana. Ntar malah dicap dosen sebagai mahasiswa kepo.
3. Suka ngobrol
Nah, kalau yang ini
berhubungan juga dengan point nomor 1. Ketika dosen menerangkan, jangan sampai
ada yang ngobrol, ngegosip, dan cerita tentang film tadi malam. Selain dicap
dosen sebagai mahasiswa yang suka ngobrol, lebih parahnya diusir keluar dari kelas.
4. Telat
Jangankan dosen, pacar aja
kalau telat bisa-bisa diputusin. Siapa sih yang seneng sama orang yang suka
telat. Kalau dimarahi dosen cowok, sih, nggak apa-apa. Kalau dosennya cewek
trus PMS itu yang gawat. Bisa-bisa kamu dimarahin tanpa henti dan diputusin.
Diputusin dari hubungan Mahasiswa-Dosen. Beh, parah, kan? iya, gue ngaco.
5. Nyontek
Sebagai dosen yang
professional, dia nggak suka ngeliat ada mahasiswanya yang nyontek. Dosen
seolah-olah merasakan seperti seorang blogger yang konten blognya di
copy-paste. Iya, dia susah-susah bikin soal, trus lo dengan gampang menemukan
jawabannya melalui internet atau tepek-an. Sama seperti blogger, susah-susah
nyari ide bikin postingan, lo dengan gampangnya ambil dan comot dari
blog.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar