Manajemen Keuangan (Kelas A) :
Pert. 1 : Perkenalan dan kontrak perkuliahan Download
Pert. 2 : Ruang Lingkup dan Lingkungan Manajemen Keuangan Download
Pert. 3 : Financial Statement, Cash Flow and Taxes Download
Pert. 4 : Analisa Laporan Keuangan (1) Download
Pert. 5 : Analisa Laporan Keuangan (2) Download
Pert. 6 : Pasar keuangan Download
Pert. 7 : Time Value of Money Download
Pert. 8 : Cost of Capital Download
Pert. 9 : Capital Budgeting Download
Pert. 10 : Struktur Modal Download
Pert. 11 : Kebijakan Deviden Download
Pert. 12 : Manajemen Aktiva (Kas) Download
Pert. 13 : Manajemen Aktiva (Piutang) Download
Pert. 14 : Manajemen Aktiva (Persediaan) Download
Pert. 15 : Efisiensi Pasar Download
Manajemen Perkreditan (Kelas E, Eksekutif) :
Pert. 1 : Perkenalan dan Kontrak Perkuliahan Download
Pert. 2 : Overview Perbankan Download
Pert, 3 : Kredit, tujuan serta unsurnya Download
Pert. 4 : Jenis-jenis Kredit Download
Pert. 5 : Kelayakan Kredit (1) Download
Pert. 6 : Kelayakan Kredit (2) Download
Pert. 7 : Kelayakan Kredit (3) Download
Pert. 8 : Ujian Tengah Semester
Pert. 9 : Tingkat Kesehatan Kredit Download
Pert. 10 : Administrasi Kredit Download
Pert. 11 : Monitoring dan Pengawasan Kredit Download
Pert. 12 : Penyelamatan Kredit (1) Download
Pert. 13 : Penyelamatan Kredit (2) Download
Pert. 14 : Penyelesaian Kredit (1) Download
Pert. 15 : penyelesaian Kredit (2) Download
Manajemen Bank Syariah ( Kelas G, H, I) :
Pert. 1 : Perkenalan dan Kontrak Perkuliahan Download
Pert. 2 : Overview Bank syariah Download
Pert. 3 : Prinsip Operasional Bank Syariah Download
Pert. 4 : Sistem Operasional Bank Syariah Download
Pert. 5 : Bunga = Riba Download
Pert. 6 : Manajemen Sumberdaya Manusia Download
Pert. 7 : Manajemen Dana Bank Syariah Download
Pert. 8 : Ujian Tengah Semester
Pert. 9 : Manajemen Permodalan Bank Syariah Download
Pert. 10 : Manajemen Pemasaran Bank Syariah Download
Pert. 11 : Produk Bank Syariah Download
Pert. 12 : Distribusi Bagi Hasil Download
Pert. 13 : Informasi Keuangan Bank Syariah Download
Pert. 14 : Penilaian Kesehatan Bank Syariah (1) Download
Pert. 15 : Penilaian Kesehatan Bank Syariah (2) Download
Pert. 16 : Tantangan SDM dalam Industri Perbankan Syariah Download
Kisi-Kisi Ujian :
Manajemen Perkreditan Download Here
Manajemen Bank Syariah Download Here
Manajemen Keuangan Download Here
Catatan penting :
1. handout materi WAJIB dibawa saat perkuliahan dan bagi yang tidak memiliki tidak diperbolehkan mengikuti proses perkuliahan.
2. password materi hubungi dosen pengasuh MK
3. jika ada kesulitan silahkan menghubungi dosen pengasuh MK
salam
MIS
Kamis, 17 September 2015
Rabu, 29 Juli 2015
Materi Remedial Manajemen Resiko Perbankan STIEM Bongaya TA 2014/2015
Pert. 1. Perkenalan dan kontrak kuliah Download Here
Pert. 1. Pendahuluan Download Here
Pert. 2. Profil Resiko Download Here
Pert. 3. Resiko Pasar dan Kredit Download Here
Pert. 4. Resiko Operasional dan Likuiditas Download Here
Pert. 5. Resiko Reputasi dan Hukum Download Here
Pert. 6. Resiko Kepatuhan dan Strategik Download Here
Pert. 7. Keterbukaan dan Tata Kelola Bank yang baik Download Here
Catatan penting :
1. handout materi WAJIB dibawa saat perkuliahan dan bagi yang tidak memiliki tidak diperbolehkan mengikuti proses perkuliahan.
2. password materi hubungi dosen pengasuh MK
3. jika ada kesulitan silahkan menghubungi dosen pengasuh MK
salam
MIS
Pert. 1. Pendahuluan Download Here
Pert. 2. Profil Resiko Download Here
Pert. 3. Resiko Pasar dan Kredit Download Here
Pert. 4. Resiko Operasional dan Likuiditas Download Here
Pert. 5. Resiko Reputasi dan Hukum Download Here
Pert. 6. Resiko Kepatuhan dan Strategik Download Here
Pert. 7. Keterbukaan dan Tata Kelola Bank yang baik Download Here
Catatan penting :
1. handout materi WAJIB dibawa saat perkuliahan dan bagi yang tidak memiliki tidak diperbolehkan mengikuti proses perkuliahan.
2. password materi hubungi dosen pengasuh MK
3. jika ada kesulitan silahkan menghubungi dosen pengasuh MK
salam
MIS
Sabtu, 13 Juni 2015
NILAI AKHIR SEMESTER GENAP 2014/2015
Assalamu alaikum wr. wb
Selamat pagi kawan-kawan. seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, berikut adalah nilai akhir perkuliahan semester genap TA 2014-2015 Stiem Bongaya Makassar.
adapun daftar nilai tersebut memiliki beberapa catatan, antara lain :
Billahit taufiq walhidayah
Wassalamu alaikum wr.wb
Dosen Penanggung Jawab MK
MIS
NB :
1. Daftar Nilai Akhir MK Sistem Informasi Manajemen (Kelas A) Download Here
2. Daftar Nilai Akhir MK Manajemen Bank Indonesia (Kelas B) Download Here
3. Daftar Nilai Akhir MK Perencanaan dan Pengembangan SDM :
- Kelas G Download Here
- Kelas H Download Here
- Kelas I Download Here
Selamat pagi kawan-kawan. seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, berikut adalah nilai akhir perkuliahan semester genap TA 2014-2015 Stiem Bongaya Makassar.
adapun daftar nilai tersebut memiliki beberapa catatan, antara lain :
- sifatnya masih SEMIFINAL, artinya MASIH BISA BERUBAH. kawan-kawan yang merasa tidak puas dengan perolehan nilai diberikan kesempatan untuk memberi klarifikasi dengan membawa bukti-bukti yang mendukung.
- waktu klarifikasi maksimal tanggal 18 JUNI 2015, dan setelah tanggal tersebut maka daftar nilai ini dianggap FINAL dan TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT.
- password untuk membuka filenya silahkan menghubungi dengan dosen pengasuh MK.
- finally, saya ucapkan selamat atas pencapaian nilainya. semoga dapat dipertahankan dan dipertanggungjawabkan ke depannya.
Billahit taufiq walhidayah
Wassalamu alaikum wr.wb
Dosen Penanggung Jawab MK
MIS
NB :
1. Daftar Nilai Akhir MK Sistem Informasi Manajemen (Kelas A) Download Here
2. Daftar Nilai Akhir MK Manajemen Bank Indonesia (Kelas B) Download Here
3. Daftar Nilai Akhir MK Perencanaan dan Pengembangan SDM :
- Kelas G Download Here
- Kelas H Download Here
- Kelas I Download Here
Selasa, 10 Maret 2015
MATERI PERKULIAHAN SEMESTER GENAP 14-15 STIEM BONGAYA MAKASSAR
Mata Kuliah : Perencanaan dan Pengembangan SDM (PSDM)
Kelas : G, H, I
Pert. 1 : Overview Materi dan Kontrak Kuliah Download
Pert. 2 : Ruang Lingkup Pembahasan PSDM (1) Download
Pert. 3 : Ruang Lingkup Pembahasan PSDM (2) Download
Kelas : A
Pert. 1 : Overview Materi dan Kontrak Kuliah Download
Pert. 2 : Overview SIM Download
Pert. 3 : Pentingnya Informasi Download
Pert. 4 : Integrasi Sistem Informasi Download
Mata Kuliah : Manajemen Bank Indonesia (MBI)
Kelas : B
Pert. 1 : Overview Materi dan Kontrak Kuliah Download
Pert. 2 : Overview Bank Sentral Download
Pert. 3 : Organisasi Bank Sentral Download
Pert. 4 : Akuntabilitas, Transparansi dan Independensi Bank Sentral Download
Pert. 5 : Overview Bank Indonesia Download
Pert. 6 : Struktur Organisasi Bank Indonesia Download
Pert. 7 : Tujuan dan Tugas Bank Indonesia Download
Pert. 8 : Independensi Bank Indonesia Download
Pert. 9 : Ujian Tengah Semester
Pert. 10 : Akuntabilitas dan Transparansi BI Download
Pert. 11 : Hubungan Kelembangan BI Download
Pert. 12 : Badan Supervisi BI Download
Pert. 13 : Sekilas OJK (part 1) Download
Pert. 14 : Sekilas OJK (part 2) Download
Catatan penting :
1. handout materi WAJIB dibawa saat perkuliahan dan bagi yang tidak memiliki tidak diperbolehkan mengikuti proses perkuliahan.
2. password materi hubungi dosen pengasuh MK
3. jika ada kesulitan silahkan menghubungi dosen pengasuh MK
salam
MIS
Kelas : G, H, I
Pert. 1 : Overview Materi dan Kontrak Kuliah Download
Pert. 2 : Ruang Lingkup Pembahasan PSDM (1) Download
Pert. 3 : Ruang Lingkup Pembahasan PSDM (2) Download
Pert. 4 : Perekrutan SDM Download
Pert. 5 : Job Analysis Download
Pert. 6 : Perencanaan Karir Download
Pert. 7 : Kompensasi Download
Pert. 8 : Keamanan dan Keselamatan Kerja Download
Pert. 9 : Ujian Tengah Semester
Pert. 10 : Pelatihan dan Pengembangan SDM Download
Pert. 11 : Pelatihan dan Pengembangan SDM (2) Download
Pert. 12 : Merancang Pelatihan yang efektif Download
Pert. 13 : Metode Pelatihan dan Pengembangan Download
Pert. 14 : Manajemen Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Download
Pert. 15 : Evaluasi dalam Pelatihan dan Pengembangan Download
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen (SIM)Pert. 7 : Kompensasi Download
Pert. 8 : Keamanan dan Keselamatan Kerja Download
Pert. 9 : Ujian Tengah Semester
Pert. 10 : Pelatihan dan Pengembangan SDM Download
Pert. 11 : Pelatihan dan Pengembangan SDM (2) Download
Pert. 12 : Merancang Pelatihan yang efektif Download
Pert. 13 : Metode Pelatihan dan Pengembangan Download
Pert. 14 : Manajemen Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Download
Pert. 15 : Evaluasi dalam Pelatihan dan Pengembangan Download
Kelas : A
Pert. 1 : Overview Materi dan Kontrak Kuliah Download
Pert. 2 : Overview SIM Download
Pert. 3 : Pentingnya Informasi Download
Pert. 4 : Integrasi Sistem Informasi Download
Pert. 5 : Etika, Manusia Vs Komputer Download
Pert. 6 : Computer Base Information System (part 1) Download
Pert. 7 : Computer Base Information System (part 2) Download
Pert. 8 : Computer Base Information System (part 3) Download
Pert. 9 : Ujian Tengah Semester
Pert. 10 : Teknologi Jaringan Komunikasi Download
Pert. 11 : Sistem Penunjang Keputusan Download
Pert. 12 : Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar Download
Pert. 13 : Otomatisasi Kantor Download
Pert. 14 : Sistem Informasi Pemasaran Download
Pert. 15 : Sistem Informasi Pendidikan Download
Pert. 6 : Computer Base Information System (part 1) Download
Pert. 7 : Computer Base Information System (part 2) Download
Pert. 8 : Computer Base Information System (part 3) Download
Pert. 9 : Ujian Tengah Semester
Pert. 10 : Teknologi Jaringan Komunikasi Download
Pert. 11 : Sistem Penunjang Keputusan Download
Pert. 12 : Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar Download
Pert. 13 : Otomatisasi Kantor Download
Pert. 14 : Sistem Informasi Pemasaran Download
Pert. 15 : Sistem Informasi Pendidikan Download
Mata Kuliah : Manajemen Bank Indonesia (MBI)
Kelas : B
Pert. 1 : Overview Materi dan Kontrak Kuliah Download
Pert. 2 : Overview Bank Sentral Download
Pert. 3 : Organisasi Bank Sentral Download
Pert. 4 : Akuntabilitas, Transparansi dan Independensi Bank Sentral Download
Pert. 5 : Overview Bank Indonesia Download
Pert. 6 : Struktur Organisasi Bank Indonesia Download
Pert. 7 : Tujuan dan Tugas Bank Indonesia Download
Pert. 8 : Independensi Bank Indonesia Download
Pert. 9 : Ujian Tengah Semester
Pert. 10 : Akuntabilitas dan Transparansi BI Download
Pert. 11 : Hubungan Kelembangan BI Download
Pert. 12 : Badan Supervisi BI Download
Pert. 13 : Sekilas OJK (part 1) Download
Pert. 14 : Sekilas OJK (part 2) Download
Catatan penting :
1. handout materi WAJIB dibawa saat perkuliahan dan bagi yang tidak memiliki tidak diperbolehkan mengikuti proses perkuliahan.
2. password materi hubungi dosen pengasuh MK
3. jika ada kesulitan silahkan menghubungi dosen pengasuh MK
salam
MIS
SEMESTER GENAP 14-15 STIEM BONGAYA MAKASSAR
Assalamu alaikum wr. wb.
apa kabar semua? sehat kan? insya allah semuanya sehat wal'afiat.
ketemu lagi nih di awal semester genap TA 14-15 SBM. seperti biasanya, media ini akan saya pergunakan untuk berinteraksi dengan adik2 mahasiswa, terutama bagi yang memprogram MK Perencanaan dan Pengembangan SDM (PSDM) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
setiap materi perkuliahan akan diberikan dan harus dimiliki sebelum memasuki ruangan kelas. dan seperti biasa, ada aturan dan konsekwensi yang akan mengatur perkuliahan kita semua.
ok guys.... SEMANGAT PAGI
Wassalamu Alaikum wr.wb
(Muh. Irfai S. Sohilauw)
Dosen Pengasuh MK
apa kabar semua? sehat kan? insya allah semuanya sehat wal'afiat.
ketemu lagi nih di awal semester genap TA 14-15 SBM. seperti biasanya, media ini akan saya pergunakan untuk berinteraksi dengan adik2 mahasiswa, terutama bagi yang memprogram MK Perencanaan dan Pengembangan SDM (PSDM) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
setiap materi perkuliahan akan diberikan dan harus dimiliki sebelum memasuki ruangan kelas. dan seperti biasa, ada aturan dan konsekwensi yang akan mengatur perkuliahan kita semua.
ok guys.... SEMANGAT PAGI
Wassalamu Alaikum wr.wb
(Muh. Irfai S. Sohilauw)
Dosen Pengasuh MK
Senin, 26 Januari 2015
Tugas Numpuk Terus? Ini Solusinya!
Ada yang bilang
kalau ada universitas namanya “Iso Turu Sangar!”. Wah, apalagi nih? Ya, bahasa
bekennya “Bisa Tidur Keren!” Para “kelelawar-kelelawar kampus” pasti mengenal
istilah ini. Tentunya kalau kampusnya sudah seperti kafe, buka sampai 24 jam.
Selain di kampus, kaum intelektual ini juga memiliki masing- masing tempatnya
‘bersemayam’ untuk begadang. Sebut saja kosnya, warung kopi, kos teman, sampai
restoran favorit seperti restoran-restoran ayam. Nah, kenapa harus begadang ya?
Beberapa alasan yang
dijadikan begadang adalah karena tugas numpuk, nongkrong bareng teman atau cuma
sekedar cari angin. Tugas numpuk dikejar deadline menjadi alasan utama untuk
memaksa kamu tetap melek dimalam hari
Apa penyebabnya
tugas bisa numpuk? Banyak yang bilang, mahasiswa adalah masa di mana waktunya
itu seluang-luangnya. Bayangin aja ya, semisal 1 SKS sekitar 50 menit, dan
rata-rata mengambil 18 SKS, maka waktu studi per pekan adalah : 50 x 18 = 900
menit = 15 jam. Berarti, rata-rata per hari (hari efektif kuliah = 5 hari)
yakni 15 / 5 = 3 jam per hari. Jadi, betapa luangnya mahasiswa itu sebenarnya.
Bandingkan dengan siswa SMA yang satu hari saja bisa memakan tiga kali lipat
dari waktu rata-rata kuliah per hari.
Kalau masalah tugas
atau PR, siswa SMA juga tidak sedikit yang kesulitan dan kelelahan menghadapi
banyaknya tugas. Walaupun memang kuliah agak lebih sulit levelnya, sebenarnya
bukan dijadikan alasan yang utama. Then
what?
Bisa jadi karena
waktu luang yang justru menjadi hambatan utama mayoritas mahasiswa.Why?
Ketika di sekolah
dulu, tentu dengan banyaknya waktu studi membuat siswa lebih terfokus pada
belajarnya. Dalam artian, belajar itu masih kebayang dalam pikirannya.
Mahasiswa? Waktu luang yang sangat banyak justru membuatnya terorientasi ke
banyak hal. Tidak hanya belajar, tetapi juga tentang makan, cuci baju,
bersih-bersih kamar dan kegiatan lainnya. Bahkan lebih banyak lagi bagi para
organisatoris kampus. Juga jangan lupakan kegiatan-kegiatan UKM dan kegiatan
luar kampus
Memang mahasiswa
cerdas jika kuliah itu tidak semata-mata seperti “kupu-kupu”,
yakni kuliah-pulang-kuliah-pulang. Namun, yang sangat dilalaikan adalah masalah
manajemen waktu.Jreeng…hayoo ngaku
gak!
Terkadang mahasiswa
sedang puncak-puncaknya api semangat. “Aku ingin begini, aku ingin begitu.”
Modalnya adalah waktu luang yang melimpah. Tapi, itu dapat menjadi counter attackjika justru kita
bermalas-malasan memenejnya.
“Oke, besok pagi jogging, siang kuliah, sore ke
UKM, malam ngerjakan tugas, tidur jam 9. Sip!”
Penulis katakan : excellent plan. But, will you do
that? Prove it!
Now, how to realize
that?
Modal utama hanya
satu. Sekali lagi hanya satu. Jangan menunda! Penyakit orang di zaman karet ini
adalah suka menunda. Sekarang satu menit. Besok dua. Besok lagi tiga. Lama
kelamaan menjadi 30. Gak percaya? Buktikan!
Jangan terlalu
banyak menjadwal! Target itu oke, namun jangan terlalu banyak menumpuk jadwal.
Itu karena mahasiswa punya segudang target. Maka, sangat bahaya kalau banyak
membuat jadwal. Bisa-bisa jadi lupa dan lagi-lagi menunda. Lakukanlah
secepatnya. Ada tugas di hari Senin, langsung kerjakan di hari itu juga.
Tugas menumpuk gak
harus dikerjakan sampai kelopak mata berlapis-lapis. Sekarang masanya adalah
mahasiswa keras kerjanya, namun juga smart. Buang aktivitas melamun dan lainnya
yang tidak bermanfaat. Pemuda sukses pernah berkata, ”Prinsip saya, kerja
secepat mungkin dan sebaik mungkin, serahkan hasilnya pada Allah. Jika orang menargetkan
A, saya beri A+. Jika orang ingin A+, saya beri A++. Jika diminta 2 minggu saya
selesaikan 1 minggu, jika diminta 3 hari, saya selesaikan 1 hari.”
Tips diatas, efektif
untuk menghindari begadang. Jadi, masih mau begadang ngerjain tugas?
Kenali musuhmu
sebelum berperang!
Sudah berapa buku yang kamu baca?
Kadang kita sering
berpikir hanya orang pintar dan jenius yang tahu segalanya (banyak yang
berasumsi demikian). Tapi kalau menurut saya tidak semuanya begitu, orang awam
atau orang tidak berpendidikan-pun juga bisa tahu segalanya (berwawasan kalau
boleh dibilang). Kenapa ? Ya karena kita tahu segalanya kan bukan cuma lewat
bersekolah atau pendidikan formal saja, dewasa ini banyak media pembelajaran
yang bisa buat kita pintar dan jadi tahu segalanya. Buku-buku, Koran, majalah,
artikel-artikel, ebook dan banyak lainnya disekitar kita, semua itu kan sumber
ilmu. Asal kita mau untuk belajar dan mau untuk membaca (dan yang paling
penting kita bisa membaca).
Sayangnya, di
Indonesia kita tercinta ini, minat membaca masyarakat kita masih sangat-sangat
minim (Menurut data, Indonesia berada di peringkat ke-57 dari 65 negara di
dunia). Lihat saja di Jepang, masyarakat disana tidak bisa lepas dari yang
namanya membaca (mungkin buku atau bacaan sudah menjadi salah satu makanan
pokok buat mereka). Padahal budaya gemar membaca (terutama di usia dini)
itu sangat perlu. Selain sebagai sumber ilmu, bacaan-bacaan juga bisa sebagai refreshing otak ketika jenuh, sebagai pengisi
waktu luang dan bisa juga memunculkan ide-ide inspiratif ketika kebuntuan
melanda. Imajinasi kita juga semakin (lebih) berkembang karena banyak membaca.
Dan ketika kita mengobrol dengan orang, paling tidak kita bisa nyambung dan
lebih berkembang deh topik.
Sekarang singkirkan
dulu opini tentang membaca itu identik dengan kutu buku. Dan tidak perlulah
jadi orang yang sok tahu dan sok pintar untuk show off diri kita ke khalayak umum. Malah,
kalau menurut saya, itu hanya menunjukkan ketidaktahuan kita. Daripada begitu,
mari mulai sekarang kita budayakan membaca, jadikan budaya kita para pemuda
Indonesia yang cerdas, kreatif dan penuh inovasi. Karena orang yang suka
membaca itu identik dengan orang-orang kratif, imajinatif dan revolusioner
(bukan level pintar lagi), Suka membaca itu jendela dunia, kita jadi tahu
walaupun kita tidak melihat atau melakukannya secara langsung, kita juga bisa
mengenal orang-orang terkenal (yang sebelumnya kita pasti tidak mengenalnya).
Membaca itu mengasyikkan, melepas imajinasi seliar-liarnya dan menggelitik
nalar. So, why you not open your book now and start to explore this world ??
Jadi teringat
kata-kata Guru saya ketika jaman SD dulu (beliau salah satu Inspirasi-ku),
“ Apa kamu suka membaca ? Dan berapa buku yang sudah kamu baca hari ini
?? ” dan untuk saya. kamu dan kita semua, sudah berapa buku yang sudah
dibaca hari ini ?
Apa Tugas Dosen & Sudahkan Mereka Menunaikannya?
Pertama-tama saya
ingin meluruskan apa yang menjadi pendapat masyarakat umum terkait dengan
Profesor. Masyarakat mengira bahwa Profesor itu juga merupakan gelar akademik
sebagaimana doktor, master dan sarjana. Banyak orang awam yang bertanya
kepada saya untuk menjadi Profesor itu harus kuliah dimana? Apa ada sekolah
profesor? Profesor sesungguhnya merupakan jabatan fungsional tertinggi
dari dosen. Ada 4 jabatan dosen, yaitu asisten ahli, lektor, lektor kepala dan
guru besar (profesor). Untuk mencapai jabatan profesor seorang
dosen harus mengumpulkan angka kredit sebanyak 850 yang merupakan atas kegiatan
tridharma perguruan tinggi dan penunjang. Jadi tidak mungkin seorang bupati,
presiden dll. itu menjadi seorang professor.
>
Tugas Dosen
1)mendidik & mengajar mahasiswa. Mengajar merupakan tugas utama seorang dosen untuk menyampaikan dan memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan IPTEKS. Dosen juga mempunyai tugas mendidik mahasiswa agar selain mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan akademiknya, juga mempunyai kemampuan emosional dan spiritual yang tinggi. Dengan demikian akan dihasilkan lulusan yang sempurna lahir & batinnya, jiwa & raganya, daya intelektual yang didukung oleh moral yang mulia.
>
2) menjadi mentor (pembimbing). Seorang dosen dalam kaitannya dengan keberlanjutan penyampaian ilmunya, perlu mengembangkan model pembimbingan kepada kolega dan mahasiswa baik secara formal maupun secara informal. Dosen (senior) membimbing kolega dan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi serta moralitas secara seimbang. Disini peran dosen (senior) lebih ditekankan kepada mendidik kolega dan mahasiswa sehingga mereka nantinya bisa berprestasi yang tinggi sebagaimana dirinya.
>
3) menemukan sesuatu yang baru. Tugas dosen yang lainnya adalah meneliti terkhusus dosen senior (lektor kepala & guru besar). Secara logis, seharusnya ada korelasi positif antara jumlah guru besar dengan jumlah penelitian yang bermutu tinggi. Jadi, sangat janggal jika suatu perguruan tinggi mempunyai jumlah guru besar yang banyak namun miskin akan temuan IPTEKS.
>
Tugas Dosen
1)mendidik & mengajar mahasiswa. Mengajar merupakan tugas utama seorang dosen untuk menyampaikan dan memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan IPTEKS. Dosen juga mempunyai tugas mendidik mahasiswa agar selain mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan akademiknya, juga mempunyai kemampuan emosional dan spiritual yang tinggi. Dengan demikian akan dihasilkan lulusan yang sempurna lahir & batinnya, jiwa & raganya, daya intelektual yang didukung oleh moral yang mulia.
>
2) menjadi mentor (pembimbing). Seorang dosen dalam kaitannya dengan keberlanjutan penyampaian ilmunya, perlu mengembangkan model pembimbingan kepada kolega dan mahasiswa baik secara formal maupun secara informal. Dosen (senior) membimbing kolega dan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi serta moralitas secara seimbang. Disini peran dosen (senior) lebih ditekankan kepada mendidik kolega dan mahasiswa sehingga mereka nantinya bisa berprestasi yang tinggi sebagaimana dirinya.
>
3) menemukan sesuatu yang baru. Tugas dosen yang lainnya adalah meneliti terkhusus dosen senior (lektor kepala & guru besar). Secara logis, seharusnya ada korelasi positif antara jumlah guru besar dengan jumlah penelitian yang bermutu tinggi. Jadi, sangat janggal jika suatu perguruan tinggi mempunyai jumlah guru besar yang banyak namun miskin akan temuan IPTEKS.
>
4) menulis dan menerbitkan publikasi ilmiah, yang dapat berupa buku ilmiah, artikel ilmiah, seminar ilmiah atau yang sejenisnya. Prestasi suatu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh temuan hasil pengembangan dan terlaksananya proses diseminasi IPTEKS. Kampus tanpa publikasi ilmiah adalah seperti bumi yang mati dan gersang.
4) menulis dan menerbitkan publikasi ilmiah, yang dapat berupa buku ilmiah, artikel ilmiah, seminar ilmiah atau yang sejenisnya. Prestasi suatu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh temuan hasil pengembangan dan terlaksananya proses diseminasi IPTEKS. Kampus tanpa publikasi ilmiah adalah seperti bumi yang mati dan gersang.
>
5) menyebarluaskan kebenaran. Hakikat dunia kampus adalah benteng IPTEKS yang objektif. Oleh karena itu, menemukan dan menyebarluaskan kebenaran tersebut untuk kepentingan masyarakat adalah merupakan tugas seorang dosen. Tapi sayangnya di banyak perguruan tinggi, nuansa politik praktis lebih kental daripada suasana akademik.
5) menyebarluaskan kebenaran. Hakikat dunia kampus adalah benteng IPTEKS yang objektif. Oleh karena itu, menemukan dan menyebarluaskan kebenaran tersebut untuk kepentingan masyarakat adalah merupakan tugas seorang dosen. Tapi sayangnya di banyak perguruan tinggi, nuansa politik praktis lebih kental daripada suasana akademik.
6) melakukan pengabdian pada masyarakat melalui diseminasi,
penyuluhan, demplot, sebagai narasumber, menulis buku popular atau
bentuk-bentuk lainnya. Seorang dosen mempunyai tanggungjawab memajukan
masyarakat melalui penyebaran inovasi yang aplikatif.
7) melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh perguruan tinggi
sebagai salah satu tugas penunjang tri dharma perguruan tinggi. Selain itu,
seorang dosen tanpa diminta memberikan masukkan ke perguruan tinggi bagi
kemajuan institusi. Tugas-tugas penunjang itu antara lain bisa berupa
tugas administrasi, kepanitiaan, mewakili perguruan tinggi dalam kegiatan di
luar kampus, baik itu kegiatan pengembangan IPTEKS maupun kegiatan yang lainnya.
>
8) mengabdi di luar universitas sebagai salah satu tugas penunjang, seperti menjadi birokrat atau bentuk-bentuk kegiatan lainnya. Ketika seorang dosen diangkat menjadi birokrat memang sering terjadi pro dan kontra, karena dosen dianggap telah merebut jatah PNS karir yang meniti birokrasi.
>
9) melakukan perubahan. Seorang dosen, khususnya guru besar yang memiliki otoritas keilmuan mempunyai tugas untuk melakukan perubahan-perubahan di bidangnya, yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
8) mengabdi di luar universitas sebagai salah satu tugas penunjang, seperti menjadi birokrat atau bentuk-bentuk kegiatan lainnya. Ketika seorang dosen diangkat menjadi birokrat memang sering terjadi pro dan kontra, karena dosen dianggap telah merebut jatah PNS karir yang meniti birokrasi.
>
9) melakukan perubahan. Seorang dosen, khususnya guru besar yang memiliki otoritas keilmuan mempunyai tugas untuk melakukan perubahan-perubahan di bidangnya, yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sudahkah Tugas Itu Ditunaikan?
Ini merupakan masalah klasik. Di satu sisi dosen diminta
melaksanakan tugas sebagaimana yang telah ditentukan oleh perundang-undangan,
tetapi tidak semua perguruan tinggi mampu menyediakan sarana dan prasarana yang
memadai. Barangkali masalah penghasilan dosen sudah agak lebih baik di masa
kini jika dibandingkan dengan masa lalu. Saya pikir dosen sudah bisa
berkonsentrasi pada tugasnya khususnya profesor yang memperoleh tunjangan
kehormatan.
Dari beberapa tugas di atas, ada beberapa tugas yang belum
mendapat perhatian para dosen. Salah satunya adalah menyebarkan kebenaran.
Sering kali dosen terjebak ke dalam politik praktis di kampusnya, sehingga
tidak mampu menilai sesuatu hal secara obyektif. Suasana di kampus lebih kepada
orientasi politis praktis atau kepentingan pragmatis daripada penciptaan
suasana akademik yang kondusif. Akibatnya, banyak kampus yang punya segudang
profesor/guru besar, namun miskin dalam menghasilkan karya-karya berbobot yang
bermanfaat bagi publik. Tugas lain yang kurang diperhatikan atau bahkan
dilupakan adalah melakukan perubahan, baik di kampus maupun di luar
kampus. Idealnya, dosen adalah pembaharu.
Disadur dari : https://uripsantoso.wordpress.com/
Tipe Dosen yang Disukai oleh Mahasiswa
Proses belajar
mengajar (PBM) di perguruan tinggi sangat menentukan kualitas lulusan yang
dihasilkan oleh perguruan tinggi itu. Proses belajar mengajar yang bermutu
tinggi akan menghasilkan lulusan yang bermutu, sebaliknya jika mutu PBM rendah
akan mengakibatkan kualitas lulusan pun rendah pula. Meskipun diakui bahwa PBM
hanyalah salah satu faktor saja yang menentukan kualitas lulusan, namun faktor
PBM ini menempati urutan utama. Faktor lain yang sangat menentukan selain PBM
adalah kualitas input mahasiswa. Semakin tinggi kualitas input, maka dapat
diharapkan kualitas lulusan juga akan semakin baik. Akan sangat sulit
menghasilkan lulusan yang bermutu baik, jika mutu inputnya lebih baik. Ibarat
inputnya tembaga maka akan sulit menghasilkan produk setingkat emas. Mungkin
ibarat ini sangat ekstrim, sebab manusia tidak dapat disamakan dengan benda
mati. Maksud saya adalah jika input kurang berkualitas, maka PBM yang harus
diaplikasikan mampu mencetak lulusan yang bermutu baik agar dihasilkan mutu
lulusan yang baik. Para dosen harus bekerja keras – lebih keras – daripada jika
inputnya bermutu baik.
Namun demikian, dalam pengalaman saya sebagai dosen di suatu perguruan tinggi ada suatu fenomena yang cukup memprihatinkan di kalangan mahasiswa. Meskipun fenomena yang saya kemukakan ini tidaklah universal tetapi lebih kepada spesifik lokal saja. Dalam pengamatan saya, mahasiswa lebih suka kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sesuatu yang non-ilmiah seperti kegiatan minat dan bakat yang notabene didominasi oleh olahraga dan seni. Sangat jarang ada mahasiswa yang protes ketika dosennya dari tahun ke tahun materi yang diajarkan itu-itu saja, alias tidak mengikuti perkembangan ipteks. Berikut ini beberapa hal yang disukai oleh sebagian besar (?) mahasiswa.
Namun demikian, dalam pengalaman saya sebagai dosen di suatu perguruan tinggi ada suatu fenomena yang cukup memprihatinkan di kalangan mahasiswa. Meskipun fenomena yang saya kemukakan ini tidaklah universal tetapi lebih kepada spesifik lokal saja. Dalam pengamatan saya, mahasiswa lebih suka kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sesuatu yang non-ilmiah seperti kegiatan minat dan bakat yang notabene didominasi oleh olahraga dan seni. Sangat jarang ada mahasiswa yang protes ketika dosennya dari tahun ke tahun materi yang diajarkan itu-itu saja, alias tidak mengikuti perkembangan ipteks. Berikut ini beberapa hal yang disukai oleh sebagian besar (?) mahasiswa.
1 Dosen yang tidak pelit dalam memberi nilai
Dalam banyak hal, mahasiswa menyukai dosen yang tidak pelit dalam memberi nilai. Orientasi mahasiswa tipe ini hanyalah kepada nilai dan bukan kepada penguasaan materi perkuliahan. Mereka kurang peduli apakah materi yang diberikan oleh dosen bermutu atau tidak. Bagi mereka yang penting adalah mendapat nilai baik. Jika perlu dengan sedikit usaha mendapat nilai A. Inilah prinsip ekonomi yang diterapkan oleh mahasiswa, yaitu ”sedikit daya usaha mendapat nilai yang baik”. Mahasiswa tipe ini kurang peduli apakah dosennya mengajar serius, sering tidak masuk atau hanya bersenda gurau. Yang penting nilainya bagus. Nah, ada kecenderungan bahwa dosen yang sering tidak masuk akan memberikan nilai yang tinggi-tinggi. Nah, dosen tipe inilah yang banyak disukai oleh mahasiswa.
Saya sedikit memberikan ilustrasi tentang betapa ruginya sesungguhnya mahasiswa yang bertipe seperti ini. Saya ibaratkan bahwa perguruan tinggi sebagai penjual – dalam hal ini jasa pendidikan – sedangkan mahasiswa sebagai pembeli. Normalnya, pembeli akan merasa rugi jika yang dibelinya tidak sesuai dengan yang ditawarkan oleh penjual. Saya contohkan, jika anda membeli buah rambutan sebanyak 5 kg tetapi ternyata setelah ditimbang ulang beratnya hanya 4,5 kg apakah anda akan merasa senang? Tidak bukan? Nah, demikian pula seharusnya seorang mahasiswa sebagai pembeli jasa. Jika layanan yang diberikan oleh dosen tidak sesuai dengan yang ditawarkan oleh pemberi jasa, maka seharusnya mahasiswa protes. Misalnya, jika dosen sering tidak masuk, atau materinya kurang bermutu, mahasiswa seharusnya protes keras. Akan tetapi hal seperti ini jarang dilakukan oleh mahasiswa.
Dalam banyak hal, mahasiswa menyukai dosen yang tidak pelit dalam memberi nilai. Orientasi mahasiswa tipe ini hanyalah kepada nilai dan bukan kepada penguasaan materi perkuliahan. Mereka kurang peduli apakah materi yang diberikan oleh dosen bermutu atau tidak. Bagi mereka yang penting adalah mendapat nilai baik. Jika perlu dengan sedikit usaha mendapat nilai A. Inilah prinsip ekonomi yang diterapkan oleh mahasiswa, yaitu ”sedikit daya usaha mendapat nilai yang baik”. Mahasiswa tipe ini kurang peduli apakah dosennya mengajar serius, sering tidak masuk atau hanya bersenda gurau. Yang penting nilainya bagus. Nah, ada kecenderungan bahwa dosen yang sering tidak masuk akan memberikan nilai yang tinggi-tinggi. Nah, dosen tipe inilah yang banyak disukai oleh mahasiswa.
Saya sedikit memberikan ilustrasi tentang betapa ruginya sesungguhnya mahasiswa yang bertipe seperti ini. Saya ibaratkan bahwa perguruan tinggi sebagai penjual – dalam hal ini jasa pendidikan – sedangkan mahasiswa sebagai pembeli. Normalnya, pembeli akan merasa rugi jika yang dibelinya tidak sesuai dengan yang ditawarkan oleh penjual. Saya contohkan, jika anda membeli buah rambutan sebanyak 5 kg tetapi ternyata setelah ditimbang ulang beratnya hanya 4,5 kg apakah anda akan merasa senang? Tidak bukan? Nah, demikian pula seharusnya seorang mahasiswa sebagai pembeli jasa. Jika layanan yang diberikan oleh dosen tidak sesuai dengan yang ditawarkan oleh pemberi jasa, maka seharusnya mahasiswa protes. Misalnya, jika dosen sering tidak masuk, atau materinya kurang bermutu, mahasiswa seharusnya protes keras. Akan tetapi hal seperti ini jarang dilakukan oleh mahasiswa.
2. Dosen yang tidak terlalu kaku dalam menerapkan aturan
Oknum mahasiswa atau sebagian besar (?) menyukai dosen yang tidak terlalu kaku dalam menerapkan aturan. Artinya, mahasiswa sangat menyukai dosen yang sering memberikan kebijaksanaan – yang seringkali kebijaksanaan itu melanggar aturan–. Mahasiswa tipe ini tentunya cenderung kepada perilaku yang tidak disiplin seperti sering terlambat, sering tidak masuk kelas, tidak tahu mana yang harus diprioritaskan, kurang melaksanakan tugas dengan baik. Nah, ketika dosennya menerapkan aturan, maka mahasiswa menjulukinya sebagai ”dosen killer”. Perilaku yang tidak disiplin dalam menerapkan aturan akan membawa dampak negatif terhadap mutu lulusan. Tidak dapat dibayangkan jika mahasiswa tipe ini nantinya menjadi pemimpin. Celakanya, tidak semua dosen memang yang menerapkan aturan, sehingga di kalngan mahasiswa timbul fenomena seperti yang saya uraikan tadi. Seharusnya, mahasiswa dididik untuk berusaha sekuat tenaga menerapkan aturan yang berlaku. Hal ini bukan untuk membatasi gerak-gerik mereka tetapi lebih banyak mengarahkan perilaku mereka ke arah nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.
Oknum mahasiswa atau sebagian besar (?) menyukai dosen yang tidak terlalu kaku dalam menerapkan aturan. Artinya, mahasiswa sangat menyukai dosen yang sering memberikan kebijaksanaan – yang seringkali kebijaksanaan itu melanggar aturan–. Mahasiswa tipe ini tentunya cenderung kepada perilaku yang tidak disiplin seperti sering terlambat, sering tidak masuk kelas, tidak tahu mana yang harus diprioritaskan, kurang melaksanakan tugas dengan baik. Nah, ketika dosennya menerapkan aturan, maka mahasiswa menjulukinya sebagai ”dosen killer”. Perilaku yang tidak disiplin dalam menerapkan aturan akan membawa dampak negatif terhadap mutu lulusan. Tidak dapat dibayangkan jika mahasiswa tipe ini nantinya menjadi pemimpin. Celakanya, tidak semua dosen memang yang menerapkan aturan, sehingga di kalngan mahasiswa timbul fenomena seperti yang saya uraikan tadi. Seharusnya, mahasiswa dididik untuk berusaha sekuat tenaga menerapkan aturan yang berlaku. Hal ini bukan untuk membatasi gerak-gerik mereka tetapi lebih banyak mengarahkan perilaku mereka ke arah nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.
3. Dosen yang tidak membosankan baik di kelas maupun di luar kelas
Dosen memang harus membuat kelas menarik bagi mahasiswa, sehingga mereka menjadi tertarik dan tekun serta mampu memahami apa yang disampaikannya. Tidak mudah memang. Ada oknum dosen yang ketika akan mengajar tidak melakukan persiapan apa-apa. Dalihnya, kan saya sudah menguasai ilmu itu sebab dari tahun ke tahun yang saya ajar kan itu-itu saja. Anggapan ini kurang tepat, karena: 1) yang dihadapi oleh dosen pada setiap semester itu berbeda, yaitu berbeda mahasiswanya, berbeda situasinya dll; 2) ipteks selalu berkembang sehingga dosen seharusnya selalu mengikuti perkembangan ipteks itu; 3) metode pembelajaran yang diterapkan pada tahun lalu bisa jadi tidak cocok untuk tahun berikutnya; 4) dosen juga harus mengevaluasi PBM yang mereka lakukan dan kemudian melakukan perbaikan-perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
4. Dosen yang menghargai pendapat mahasiswa
Memang seharusnya demikian. Dosen di era globalisasi ini harus mampu mengubah sikap mereka yang dahulu bersikap feodalis menjadi domokratis. Dahulu mungkin dosen berfungsi sebagai memberi ilmu tetapi sekarang fungsi dosen adalah sebagai fasilitator. Di era teknologi informatika ini antara dosen dan mahasiswa tidak ada batas untuk mengakses informasi. Jadi, bisa jadi mahasiswa akan lebih menguasai dalam beberapa hal demikian pula sebaiknya. Oleh sebab itu, PBM yang diterapkan di era sekarang ini adalah saling transfer ilmu, dimana tentu saja dosen sebagai fasilitator harus mampu mengarahkan dan memberi masukan yang berharga bagi mahasiswa. Jadi, dosen dan mahasiswa bisa saja terlibat dalam suatu diskusi yang ramai. Ketika ada pendapat mahasiswa yang lebih benar atau lebih logis, maka sang dosen dengan senang hati menerimanya sebagai suatu masukan yang berharga baginya. Demikian pula sebaliknya mahasiswa. Jelas, disini diperlukan tipe dosen yang demokratis. Dosen sangat menghargai pendapat mahasiswa. Nah,. Dosen-dosen yang masih bertipe paradigma lama sebaiknya segera mengubah sikapnya.
Dosen memang harus membuat kelas menarik bagi mahasiswa, sehingga mereka menjadi tertarik dan tekun serta mampu memahami apa yang disampaikannya. Tidak mudah memang. Ada oknum dosen yang ketika akan mengajar tidak melakukan persiapan apa-apa. Dalihnya, kan saya sudah menguasai ilmu itu sebab dari tahun ke tahun yang saya ajar kan itu-itu saja. Anggapan ini kurang tepat, karena: 1) yang dihadapi oleh dosen pada setiap semester itu berbeda, yaitu berbeda mahasiswanya, berbeda situasinya dll; 2) ipteks selalu berkembang sehingga dosen seharusnya selalu mengikuti perkembangan ipteks itu; 3) metode pembelajaran yang diterapkan pada tahun lalu bisa jadi tidak cocok untuk tahun berikutnya; 4) dosen juga harus mengevaluasi PBM yang mereka lakukan dan kemudian melakukan perbaikan-perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
4. Dosen yang menghargai pendapat mahasiswa
Memang seharusnya demikian. Dosen di era globalisasi ini harus mampu mengubah sikap mereka yang dahulu bersikap feodalis menjadi domokratis. Dahulu mungkin dosen berfungsi sebagai memberi ilmu tetapi sekarang fungsi dosen adalah sebagai fasilitator. Di era teknologi informatika ini antara dosen dan mahasiswa tidak ada batas untuk mengakses informasi. Jadi, bisa jadi mahasiswa akan lebih menguasai dalam beberapa hal demikian pula sebaiknya. Oleh sebab itu, PBM yang diterapkan di era sekarang ini adalah saling transfer ilmu, dimana tentu saja dosen sebagai fasilitator harus mampu mengarahkan dan memberi masukan yang berharga bagi mahasiswa. Jadi, dosen dan mahasiswa bisa saja terlibat dalam suatu diskusi yang ramai. Ketika ada pendapat mahasiswa yang lebih benar atau lebih logis, maka sang dosen dengan senang hati menerimanya sebagai suatu masukan yang berharga baginya. Demikian pula sebaliknya mahasiswa. Jelas, disini diperlukan tipe dosen yang demokratis. Dosen sangat menghargai pendapat mahasiswa. Nah,. Dosen-dosen yang masih bertipe paradigma lama sebaiknya segera mengubah sikapnya.
5. Dosen yang penuh perhatian terhadap masalah/kesulitan mahasiswa
Salah satu tugas dosen adalah membimbing mahasiswa dari mulai masuk sampai mahasiswa lulus. Segala persoalan yang berkaitan dengan suksesnya mahasiswa harus mendapat perhatian dosen terutama dosen pembimbing. Dosen yang baik adalah dosen yang berusaha mengerti masalah yang dihadapi dan berusaha untuk mencari solusi yang tepat. Namun dalam prakteknya, mahasiswa sangat jarang berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya. Saya tidak tahu alasan sebenarnya. Mungkin mereka segan, mungkin kurang sosialisasi, mungkin takut atau mungkin memang tidak mau berurusan dengan dosen, atau bahkan mungkin kurang percaya. Nah, hal-hal seperti ini harus mendapat perhatian para dosen agar mahasiswa bersedia untuk berkonsultasi untuk setiap masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh mahasiswa itu sendiri. Di satu sisi, mungkin dosen memang kurang perhatian terhadap masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, atau terlalu sibuk, atau karena hal-hal lain. Oleh sebab itu, perlu adanya media komunikasi yang tepat untuk menjembatani mahasiswa-dosen.
Salah satu tugas dosen adalah membimbing mahasiswa dari mulai masuk sampai mahasiswa lulus. Segala persoalan yang berkaitan dengan suksesnya mahasiswa harus mendapat perhatian dosen terutama dosen pembimbing. Dosen yang baik adalah dosen yang berusaha mengerti masalah yang dihadapi dan berusaha untuk mencari solusi yang tepat. Namun dalam prakteknya, mahasiswa sangat jarang berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya. Saya tidak tahu alasan sebenarnya. Mungkin mereka segan, mungkin kurang sosialisasi, mungkin takut atau mungkin memang tidak mau berurusan dengan dosen, atau bahkan mungkin kurang percaya. Nah, hal-hal seperti ini harus mendapat perhatian para dosen agar mahasiswa bersedia untuk berkonsultasi untuk setiap masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh mahasiswa itu sendiri. Di satu sisi, mungkin dosen memang kurang perhatian terhadap masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, atau terlalu sibuk, atau karena hal-hal lain. Oleh sebab itu, perlu adanya media komunikasi yang tepat untuk menjembatani mahasiswa-dosen.
Saya yakin masih banyak hal-hal yang disukai oleh mahasiswa
tentang dosen. Kepada para mahasiswa mohon kiranya memberi masukan terhadap isi
tulisan ini. Semoga anda semua sukses.
Kampus harus mendorong mahasiswa agar memiliki jiwa wirausaha
Bangsa Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk
menjadikan negara ini pemimpin bagi negara – negara lain terutama dalam menghadapi
ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015.
Menurut Staf Ahli
Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Kawasan Ekonomi
Khusus, Kemendag, Karyanto Suprih, kampus harus menjadi pusat Entrepreneursip.
Jadi, mahasiswa harus didorong agar memiliki jiwa wirausaha.
”Setiap kampus,
harus mendorong jiwa kewirausahaan. Karena, bisa menciptakan lapangan
kerja yang banyak. Menteri, selalu berkeliling ke kampus-kampus, untuk
menyampaikan itu semua,” ujar Karyanto usai memberikan Kuliah Umum di Puncak
Milad Unisba ke 55, Rabu (19/11).
Menurut Karyanto,
pemberlakuan AEC, pasar ASEAN akan menjadi pasar yang terintegrasi untuk arus
masuk barang, jasa, dan investasi. Besar pasar AEC, cukup signifikan
dibandingkan dengan perjanjian perdagangan regional lainnya. AEC
merepresentasikan 600 juta populasi, PDB sebesar 3 triliun dollar Amerika atau
setara 32,92 persen dari total perdagangan dengan dunia.
Indonesia, kata dia,
memang harus meningkatkan daya saing untuk memastikan kesiapannya menghadapi
persaingan. Disinilah, kreativitas dan inovasi dapat menjadi senjata andalan
dalam menghadapi tantangan tersebut.
Namun, kata dia,
yang dibutuhkan tak hanya sekedar kreatif dan inovatif. Tentu, Indonesia tidak
ingin hanya menjadi pekerja bagi bangsa lain. Tapi, harus semakin banyak anak
bangsa yang mampu menciptakan bidang usaha di berbagai sektor.
”Oleh karena itu,
kami tidak bosan-bosannya mengajak dan memompa semangat wirausaha bagi anak –
anak muda untuk terus berkarya demi bangsa,” katanya.
Seorang wirausaha,
kata dia, adalah seorang yang punya ide, seorang yang kreatif, seorang yang
inovatif. Mereka, juga berani memulai yang serba baru yang dulu belum ada.
Selain itu, berani mengambil risiko serta tidak pasif, tetapi aktif untuk
menemukan sesuatu untuk berkarya.
Wirausaha juga, kata
dia, harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada karena di balik
setiap masalah pasti ada peluang. Mungkin, menjadi wirausaha terdengar
menakutkan pada awalnya tetapi perubahan terbesar di dunia dipimpin oleh para
wirausaha yang kreatif dan giat berkarya serta berani berinovasi tanpa kenal
lelah.
”Steve Jobs
misalnya, yang terkenal dengan petuahnya : “Innovation distinguishes between a
leader and a follower,” katanya.
Beberapa kampus di
Indonesia yang terkenal sudah menyediakan sejenis pusat inkubator bisnis.
Contohnya ITB mempunyai LPIK (Lembaga Pengembangan Inovasi dan
kewirausahaan), Universitas Bakrie mempunyai business
incubator (http://ubpreneur.com/),
dan ITS menyediakan Pusat Inkubator Industri. Semuanya diharapkan
dapat menjadi fasilitas agar mahasiswa dapat mengembangkan inovasi dan mulai
berwirausaha sejak dini.
Mengapa Harus IPK di Atas 3?
IPK atau Indeks
Prestasi Kumulatif adalah angka yang menunjukkan kemajuan mahasiswa mulai
semester awal hingga semester akhir. Nilai ini adalah rerata dari keseluruhan
indeks prestasi yang didapat setiap semesternya, atau yang biasa dikenal dengan
Indeks Prestasi Semester (IPS). Nilai tertinggi dari indeks prestasi adalah 4
dan terendah adalah 0.
Sekarang KampusNews
mau tanya, kalian maunya minimal dapat nilai IP berapa setiap semesternya?
Menurut pengalaman
dan pengamatan, KampusNews sarankan kalian memastikan dapat mencapai IP 3.00
setiap semesternya. Jadi IPK kalian juga minimal 3.00. Syukur kalau bisa 3.50
dan luar biasa kalau bisa 4.00.
Memangnya harus ya,
seperti itu? Penting ya, dapat IPK di atas 3?
Bukan masalah
penting atau nggak penting. Kelihatannya mahasiswa dengan IPK di atas atau
di bawah 3 memang tidak berbeda di mata kalian saat ini. Kalian menghirup udara
yang sama, makan juga sama-sama nggak kenyang kalau belum makan nasi, dan
kalian sama-sama jomblo (mungkin). Tapi dengan memiliki IPK di atas 3, kalian
sudah meringankan beberapa urusan yang akan kalian hadapi di kemudian hari.
Jadi ini berhubungan dengan masa depan kalian.
Tapi kan, nilai bukan
segalanya. Yang penting itu ilmunya. Soft skilljuga.
Yup, ilmu dari
materi kuliah dan juga soft skill memang menjadi pegangan yang penting bagi
masa depan kalian. Namun, anggaplah IPK ini sebagai syarat paling ‘nggak
penting’ yang harus bisa kalian capai. Jangan sampai kalian yang sudah memiliki
kemampuan lebih dan luar biasa ini harus gagal bersaing hanya gara-gara syarat
IPK yang ‘nggak penting’ itu tidak tercukupi. Itu sama saja seperti kalian
harusnya bisa menang lomba lari, tapi didiskualifikasi hanya gara-gara nggak
pakai sepatu. Konyol banget kan?
Jadi untuk apa IPK di
atas 3 itu?
Pastinya ini
berkaitan dengan hal-hal yang menjadikan IPK sebagai syarat.
Beasiswa
Ya, sebagian besar
beasiswa mensyaratkan IPK. Meskipun tidak semuanya meminta IPK di atas 3, tapi
di bawah itu masih cukup sulit untuk dicari. Beasiswa yang mensyaratkan IPK ini
biasanya adalah beasiswa kuliah. Hal ini lumrah mengingat maksud dari adanya beasiswa
adalah memberikan uang kepada seseorang. Karena berhubungan dengan uang,
pastinya tidak sembarang orang yang bisa mendapatkannya. Jangan sampai uang
tersebut terbuang percuma karena penerima beasiswa tidak mampu mencapai
ekspektasi penyedia beasiswa.
Biasanya penyedia
beasiswa ingin penerima beasiswa itu berhasil dalam kuliahnya, sehingga
selanjutnya penerima beasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya
untuk kebaikan. Lha, kalau nilainya jeblok, bukankah itu artinya dia harus
berusaha dua atau empat kali lebih keras untuk bisa memenuhi harapan penyedia
beasiswa nantinya? Tak heran, beasiswa yang pemberian dananya berjangka waktu
(misal: 4 tahun kuliah) juga mengharuskan penerima beasiswa untuk
mempertahankan nilainya atau beasiswa dihentikan.
Pekerjaan
Sebagian besar
pembuka lapangan pekerjaan mensyaratkan IPK . Umumnya, IPK yang dicari minimal
2.75 atau 3.00. Syarat seperti ini biasanya akan ada untuk pekerjaan-pekerjaan
yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan. Yang namanya perusahaan, biaya
dan keuntungan itu selalu menjadi pertimbangan, dan itu yang menyebabkan mereka
mensyaratkan IPK.
Nilai IPK
menggambarkan kemampuan/penguasaan seseorang dalam menyelesaikan permasalahan.
Semakin tinggi nilainya, semakin ahli seseorang, atau paling tidak semakin
mudah seseorang dalam mempelajari sesuatu. Itulah yang dipercaya oleh
perusahaan. Perusahaan ingin meminimalisir biaya yang diperlukan sehingga
pekerja ini bisa menghasilkan sesuatu untuk perusahaan. Untuk pemasukan yang
sama, tentunya perusahaan lebih mencari orang yang bisa kerja dengan sedikit
instruksi daripada orang yang harus dituntun dulu untuk melakukan ini dan itu.
Kedengarannya kejam
dan tidak adil!
Seolah-olah buku
yang dinilai dari sampulnya, sama juga kemampuan seseorang dilihat dari
IPK-nya, padahal tidak selalu seperti itu. Kenyataannya juga masih banyak orang
yang berhasil, tapi nilainya jeblok. Masih ada orang yang sukses meskipun
akhirnya harus DO. Hei, mereka itu pengecualian. Memangnya kemampuanmu sama
seperti mereka? Bukannya merendahkan, tapi bukankah lebih baik kalau bisa
menjadi orang yang sukses tanpa mengesampingkan akademis?
Apapun itu,
KampusNews akan selalu mendoakan agar nilai kalian bisa sesuai dengan harapan
dan memuaskan. Amin.
Tipe Mahasiswa yang Nggak Disukai Dosen
1. Duduk dibelakang
Dari mulai masuk kelas aja
dosen udah punya penilaian. Penilaian kalau kita itu mahasiswa yang nggak aktif
yang cuma modal hadir. Apalagi kalau sampai ribut di belakang. Alhasil, dosen
akan lebih buruk menilai kita. Biasanya strategi ini digunakan pas memasuki
ujian. Biar gampang nyontek, trus nyuil-nyuil temen di depan untuk minta
jawaban.
2. Nggak aktif
Kalau yang tadi duduk
dibelakang. Nah, bagaimana dengan yang duduk di depan tapi tidak aktif? Aktif
disini adalah suka bertanya dan menjawab jika dosen bertanya. Yang ditanyakan
itu mengenai mata kuliah, bukan bertanya tentang hidupnya dosen itu kalau di
rumah bagaimana. Ntar malah dicap dosen sebagai mahasiswa kepo.
3. Suka ngobrol
Nah, kalau yang ini
berhubungan juga dengan point nomor 1. Ketika dosen menerangkan, jangan sampai
ada yang ngobrol, ngegosip, dan cerita tentang film tadi malam. Selain dicap
dosen sebagai mahasiswa yang suka ngobrol, lebih parahnya diusir keluar dari kelas.
4. Telat
Jangankan dosen, pacar aja
kalau telat bisa-bisa diputusin. Siapa sih yang seneng sama orang yang suka
telat. Kalau dimarahi dosen cowok, sih, nggak apa-apa. Kalau dosennya cewek
trus PMS itu yang gawat. Bisa-bisa kamu dimarahin tanpa henti dan diputusin.
Diputusin dari hubungan Mahasiswa-Dosen. Beh, parah, kan? iya, gue ngaco.
5. Nyontek
Sebagai dosen yang
professional, dia nggak suka ngeliat ada mahasiswanya yang nyontek. Dosen
seolah-olah merasakan seperti seorang blogger yang konten blognya di
copy-paste. Iya, dia susah-susah bikin soal, trus lo dengan gampang menemukan
jawabannya melalui internet atau tepek-an. Sama seperti blogger, susah-susah
nyari ide bikin postingan, lo dengan gampangnya ambil dan comot dari
blog.
7 Tipe Mahasiswa yang Disukai Dosen
Salah satu cara
untuk menjadi mahasiswa yang bahagia adalah memiliki hubungan yang akrab dengan
dosen. Dosen adalah sosok penting di dunia kampus yang ikut andil dalam
kesuksesanmu sebagai mahasiswa, percaya nggak percaya. Makanya, jadi mahasiswa
jangan cuma dekat sama pacar, tapi juga dekat sama dosen. Asal jangan sampai
bikin pacarmu cemburu aja.
Berikut ini adalah
beberapa tipe mahasiswa yang disukai dosen. Kalian bisa coba menjadi
pribadi-pribadi seperti mereka.
1. Mahasiswa yang
memperhatikan kuliah dosennya
Dosen mana yang
tidak suka pada mahasiswa yang memperhatikan waktu kuliah? Meskipun umumnya
dosen itu cuek sama mahasiswanya, terserah mau belajar atau nggak, tapi beliau
pasti sangat bersyukur kalau apa yang disampaikannya itu tidak menjadi percuma.
Dosen itu suka dengan wajah-wajah mahasiswa yang memperhatikan, seperti
pandangan fokus ke depan, wajah yang antusias, ekspresi mikir, atau yang sambil
sibuk membuat catatan. Kadang seorang dosen sengaja membuat beberapa kesalahan
untuk memancing reaksi mahasiswa lho. Nah, pastikan kamu yang bisa menemukan
hal itu. Yang pasti dosen itu suka pada mahasiswa yang sadar bahwa waktu kuliah
adalah waktu yang penting. Kamu respect pada
dosen, dosen respect padamu.
2. Mahasiswa yang
menjawab dan bertanya pada dosennya
Lebih dari sekadar
memperhatikan, dosen juga mengharapkan ada partisipasi aktif mahasiswa di
setiap kuliahnya. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dan mengajukan berbagai
pertanyaan. Mungkin dosen akan sangat senang kalau sampai kewalahan menjawab
berbagai pertanyaan dari mahasiswa karena itu menunjukkan kalau anak didiknya
sangat aktif. Kalau di kelasmu sepi-sepi aja, pastikan suaramu terdengar setiap
kuliah, baik untuk menjawab atau untuk bertanya. Kalau bisa, sampai kamu jadi
andalan dosen untuk menjawab pertanyaan begitu tak ada yang bisa menjawab.
3. Mahasiswa yang
selalu menyapa dosennya
Mungkin kalian bukan
yang paling pintar di kelas. Mungkin kalian juga bukan yang paling rajin.
Namun, kalian bisa jadi mahasiswa paling santun di mata dosen. Saat ini banyak
mahasiswa yang fokus pada pengembangan dirinya, jadi agak tidak peduli dengan
orang-orang di sekitarnya. Kalau di jalan ketemu dosen, mungkin biasa aja atau
malah pura-pura tidak tahu. Nah, kalian bisa jadi sebagian kecil orang yang
punya kesopanan ini. Pada awalnya, sapaan kalian mungkin akan lewat sambil lalu
saja. Tapi semakin sering kalian menyapa dosen tersebut, lama-lama beliau akan
ingat wajah kalian. Syukur-syukur kalian malah disapa dulu.
4. Mahasiswa yang
nilainya sesuai ekspektasi dosennya
Mungkin kamu bukan
tipe mahasiswa paling sosial di kampusmu. Kamu sering tidak percaya diri dan
kemampuanmu untuk mengutarakan pendapat sering acakadul. Nah, kamu bisa
buktikan kepada dosenmu kalau kamu benar-benar menerima ajaran beliau melalui
nilai-nilaimu. Semakin baik nilaimu dibanding yang lain, maka semakin
terlihatlah dirimu. Lebih dari itu, dosen akan sangat senang kalau nilaimu bisa
konsisten berada di atas. Buat dosenmu penasaran, sampai akhirnya beliau
mencari keberadaanmu di kelas.
5. Mahasiswa yang
bisa berdiskusi dengan dosennya
Seorang dosen sudah
cukup senang dengan mahasiswa yang aktif di kelas dan lebih senang lagi jika
ada yang bisa diajak berdiskusi. Kalian mungkin saja termasuk orang yang
memiliki pengetahuan seluas dosenmu ini. Jika begitu, jangan sembunyikan
dirimu. Kalau ada beberapa hal yang kamu tidak sependapat, sampaikan. Luruskan
pandangan kalian berdua sampai ada titik temu. Menemukan partner diskusi itu
sama seperti menemukan teman bagi dosen.
6. Mahasiswa yang
sadar waktu penting dosen
Kalau mahasiswa di
kelasmu terkenal banyak yang suka telat, pastikan kamu bukan bagian dari
mereka. Dosen itu sangat senang dengan mahasiswa yang tertib dan sadar akan
pentingnya waktu. Begitu dosen masuk kelas dan mahasiswa di dalamnya ada sedikit,
bisa jadi beliau akan memberikan perhatian khusus pada mahasiswa-mahasiswa yang
sudah siap di dalam kelas. Nah, kamu mau kan? Kalau dosenmu termasuk tipe orang
yang super sibuk sampai-sampai lupa jamnya kuliah, kamu bisa jadi orang yang
mengingatkan beliau dengan menjemput beliau dari ruangannya.
7. Mahasiswa yang
sadar akan penampilannya di mata dosen
Penampilan mungkin
memiliki porsi paling sedikit untuk disukai dosen, tapi tetap saja hal ini
punya porsi. Meskipun di kampus kamu boleh berpakaian gaya apa saja, tapi
penampilanmu sebaiknya menunjukkan kalau kamu menghormati dosenmu. Pakai
pakaian yang rapi, kemeja, bersepatu, atau office look sekalian biar beda
daripada yang lain. Tata rambutmu dan pastikan kamu wangi. Meskipun kamu sadar
bahwa kamu mahasiswa yang biasa saja, tapi paling tidak dosenmu berterima kasih
dalam hati karena ada yang bisa enak untuk dilihat. Apalagi kalau kamu pinter,
wah tambah joss aja deh disayang sama dosen.
Yang patut kalian
ketahui, keberhasilan sabagaimana yang ditulis di atas itu tergantung dari
karakter dosenmu. Tapi tidak ada yang salah kok untuk dicoba, karena itu akan
membuat kalian menjadi mahasiswa sebagaimana mestinya kalau di kelas. Jangan
pedulikan dengan pendapat teman-temanmu yang mengatai kalau kamu cari perhatian
aja. Mereka cuma sirik karena keseringan dimarahi dosen.
Selasa, 13 Januari 2015
REKAPITULASI NILAI FINAL AKHIR MK MANAJEMEN PERKREDITAN 2014-2015
BERIKUT DAFTAR REKAPITULASI NILAI AKHIR UNTUK MATA KULIAH MANAJEMEN PERKREDITAN, SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2014/2015, STIEM BONGAYA MAKASSAR.
SILAHKAN PILIH KELASNYA :
1. KELAS H Download Here
2. KELAS E Download Here
note :
1. perhatikan catatan pada lembar rekapitulasi nilai tersebut.
2. untuk PASSWORD, silahkan hubungi dosen pengasuh MK
SILAHKAN PILIH KELASNYA :
1. KELAS H Download Here
2. KELAS E Download Here
note :
1. perhatikan catatan pada lembar rekapitulasi nilai tersebut.
2. untuk PASSWORD, silahkan hubungi dosen pengasuh MK
Langganan:
Postingan (Atom)