Pertama-tama saya
ingin meluruskan apa yang menjadi pendapat masyarakat umum terkait dengan
Profesor. Masyarakat mengira bahwa Profesor itu juga merupakan gelar akademik
sebagaimana doktor, master dan sarjana. Banyak orang awam yang bertanya
kepada saya untuk menjadi Profesor itu harus kuliah dimana? Apa ada sekolah
profesor? Profesor sesungguhnya merupakan jabatan fungsional tertinggi
dari dosen. Ada 4 jabatan dosen, yaitu asisten ahli, lektor, lektor kepala dan
guru besar (profesor). Untuk mencapai jabatan profesor seorang
dosen harus mengumpulkan angka kredit sebanyak 850 yang merupakan atas kegiatan
tridharma perguruan tinggi dan penunjang. Jadi tidak mungkin seorang bupati,
presiden dll. itu menjadi seorang professor.
>
Tugas Dosen
1)mendidik & mengajar mahasiswa. Mengajar merupakan tugas utama seorang dosen untuk menyampaikan dan memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan IPTEKS. Dosen juga mempunyai tugas mendidik mahasiswa agar selain mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan akademiknya, juga mempunyai kemampuan emosional dan spiritual yang tinggi. Dengan demikian akan dihasilkan lulusan yang sempurna lahir & batinnya, jiwa & raganya, daya intelektual yang didukung oleh moral yang mulia.
>
2) menjadi mentor (pembimbing). Seorang dosen dalam kaitannya dengan keberlanjutan penyampaian ilmunya, perlu mengembangkan model pembimbingan kepada kolega dan mahasiswa baik secara formal maupun secara informal. Dosen (senior) membimbing kolega dan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi serta moralitas secara seimbang. Disini peran dosen (senior) lebih ditekankan kepada mendidik kolega dan mahasiswa sehingga mereka nantinya bisa berprestasi yang tinggi sebagaimana dirinya.
>
3) menemukan sesuatu yang baru. Tugas dosen yang lainnya adalah meneliti terkhusus dosen senior (lektor kepala & guru besar). Secara logis, seharusnya ada korelasi positif antara jumlah guru besar dengan jumlah penelitian yang bermutu tinggi. Jadi, sangat janggal jika suatu perguruan tinggi mempunyai jumlah guru besar yang banyak namun miskin akan temuan IPTEKS.
>
Tugas Dosen
1)mendidik & mengajar mahasiswa. Mengajar merupakan tugas utama seorang dosen untuk menyampaikan dan memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan IPTEKS. Dosen juga mempunyai tugas mendidik mahasiswa agar selain mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan akademiknya, juga mempunyai kemampuan emosional dan spiritual yang tinggi. Dengan demikian akan dihasilkan lulusan yang sempurna lahir & batinnya, jiwa & raganya, daya intelektual yang didukung oleh moral yang mulia.
>
2) menjadi mentor (pembimbing). Seorang dosen dalam kaitannya dengan keberlanjutan penyampaian ilmunya, perlu mengembangkan model pembimbingan kepada kolega dan mahasiswa baik secara formal maupun secara informal. Dosen (senior) membimbing kolega dan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi serta moralitas secara seimbang. Disini peran dosen (senior) lebih ditekankan kepada mendidik kolega dan mahasiswa sehingga mereka nantinya bisa berprestasi yang tinggi sebagaimana dirinya.
>
3) menemukan sesuatu yang baru. Tugas dosen yang lainnya adalah meneliti terkhusus dosen senior (lektor kepala & guru besar). Secara logis, seharusnya ada korelasi positif antara jumlah guru besar dengan jumlah penelitian yang bermutu tinggi. Jadi, sangat janggal jika suatu perguruan tinggi mempunyai jumlah guru besar yang banyak namun miskin akan temuan IPTEKS.
>
4) menulis dan menerbitkan publikasi ilmiah, yang dapat berupa buku ilmiah, artikel ilmiah, seminar ilmiah atau yang sejenisnya. Prestasi suatu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh temuan hasil pengembangan dan terlaksananya proses diseminasi IPTEKS. Kampus tanpa publikasi ilmiah adalah seperti bumi yang mati dan gersang.
4) menulis dan menerbitkan publikasi ilmiah, yang dapat berupa buku ilmiah, artikel ilmiah, seminar ilmiah atau yang sejenisnya. Prestasi suatu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh temuan hasil pengembangan dan terlaksananya proses diseminasi IPTEKS. Kampus tanpa publikasi ilmiah adalah seperti bumi yang mati dan gersang.
>
5) menyebarluaskan kebenaran. Hakikat dunia kampus adalah benteng IPTEKS yang objektif. Oleh karena itu, menemukan dan menyebarluaskan kebenaran tersebut untuk kepentingan masyarakat adalah merupakan tugas seorang dosen. Tapi sayangnya di banyak perguruan tinggi, nuansa politik praktis lebih kental daripada suasana akademik.
5) menyebarluaskan kebenaran. Hakikat dunia kampus adalah benteng IPTEKS yang objektif. Oleh karena itu, menemukan dan menyebarluaskan kebenaran tersebut untuk kepentingan masyarakat adalah merupakan tugas seorang dosen. Tapi sayangnya di banyak perguruan tinggi, nuansa politik praktis lebih kental daripada suasana akademik.
6) melakukan pengabdian pada masyarakat melalui diseminasi,
penyuluhan, demplot, sebagai narasumber, menulis buku popular atau
bentuk-bentuk lainnya. Seorang dosen mempunyai tanggungjawab memajukan
masyarakat melalui penyebaran inovasi yang aplikatif.
7) melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh perguruan tinggi
sebagai salah satu tugas penunjang tri dharma perguruan tinggi. Selain itu,
seorang dosen tanpa diminta memberikan masukkan ke perguruan tinggi bagi
kemajuan institusi. Tugas-tugas penunjang itu antara lain bisa berupa
tugas administrasi, kepanitiaan, mewakili perguruan tinggi dalam kegiatan di
luar kampus, baik itu kegiatan pengembangan IPTEKS maupun kegiatan yang lainnya.
>
8) mengabdi di luar universitas sebagai salah satu tugas penunjang, seperti menjadi birokrat atau bentuk-bentuk kegiatan lainnya. Ketika seorang dosen diangkat menjadi birokrat memang sering terjadi pro dan kontra, karena dosen dianggap telah merebut jatah PNS karir yang meniti birokrasi.
>
9) melakukan perubahan. Seorang dosen, khususnya guru besar yang memiliki otoritas keilmuan mempunyai tugas untuk melakukan perubahan-perubahan di bidangnya, yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
8) mengabdi di luar universitas sebagai salah satu tugas penunjang, seperti menjadi birokrat atau bentuk-bentuk kegiatan lainnya. Ketika seorang dosen diangkat menjadi birokrat memang sering terjadi pro dan kontra, karena dosen dianggap telah merebut jatah PNS karir yang meniti birokrasi.
>
9) melakukan perubahan. Seorang dosen, khususnya guru besar yang memiliki otoritas keilmuan mempunyai tugas untuk melakukan perubahan-perubahan di bidangnya, yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sudahkah Tugas Itu Ditunaikan?
Ini merupakan masalah klasik. Di satu sisi dosen diminta
melaksanakan tugas sebagaimana yang telah ditentukan oleh perundang-undangan,
tetapi tidak semua perguruan tinggi mampu menyediakan sarana dan prasarana yang
memadai. Barangkali masalah penghasilan dosen sudah agak lebih baik di masa
kini jika dibandingkan dengan masa lalu. Saya pikir dosen sudah bisa
berkonsentrasi pada tugasnya khususnya profesor yang memperoleh tunjangan
kehormatan.
Dari beberapa tugas di atas, ada beberapa tugas yang belum
mendapat perhatian para dosen. Salah satunya adalah menyebarkan kebenaran.
Sering kali dosen terjebak ke dalam politik praktis di kampusnya, sehingga
tidak mampu menilai sesuatu hal secara obyektif. Suasana di kampus lebih kepada
orientasi politis praktis atau kepentingan pragmatis daripada penciptaan
suasana akademik yang kondusif. Akibatnya, banyak kampus yang punya segudang
profesor/guru besar, namun miskin dalam menghasilkan karya-karya berbobot yang
bermanfaat bagi publik. Tugas lain yang kurang diperhatikan atau bahkan
dilupakan adalah melakukan perubahan, baik di kampus maupun di luar
kampus. Idealnya, dosen adalah pembaharu.
Disadur dari : https://uripsantoso.wordpress.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar