Selamat datang di Blog Perkuliahan Resmi Muhammad Irfai Sohilauw..disini kawan-kawan bisa mendapatkan semua informasi mengenai perkuliahan...

Senin, 26 Januari 2015

Kampus harus mendorong mahasiswa agar memiliki jiwa wirausaha

Bangsa Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk menjadikan negara ini pemimpin bagi negara – negara lain terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015.
Menurut Staf Ahli Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, Kemendag, Karyanto Suprih, kampus harus menjadi pusat Entrepreneursip. Jadi, mahasiswa harus didorong agar memiliki jiwa wirausaha.
”Setiap kampus, harus mendorong jiwa kewirausahaan.  Karena, bisa menciptakan lapangan kerja yang banyak. Menteri, selalu berkeliling ke kampus-kampus, untuk menyampaikan itu semua,” ujar Karyanto usai memberikan Kuliah Umum di Puncak Milad Unisba ke 55, Rabu (19/11).
Menurut Karyanto, pemberlakuan AEC, pasar ASEAN akan menjadi pasar yang terintegrasi untuk arus masuk barang, jasa, dan investasi. Besar pasar AEC, cukup signifikan dibandingkan dengan perjanjian perdagangan regional lainnya. AEC merepresentasikan 600 juta populasi, PDB sebesar 3 triliun dollar Amerika atau setara  32,92 persen dari total perdagangan dengan dunia.
Indonesia, kata dia, memang harus meningkatkan daya saing untuk memastikan kesiapannya menghadapi persaingan. Disinilah, kreativitas dan inovasi dapat menjadi senjata andalan  dalam menghadapi tantangan tersebut.
Namun, kata dia, yang dibutuhkan tak hanya sekedar kreatif dan inovatif. Tentu, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pekerja bagi bangsa lain. Tapi, harus semakin banyak anak bangsa yang mampu menciptakan bidang usaha di berbagai sektor.
”Oleh karena itu, kami tidak bosan-bosannya mengajak dan memompa semangat wirausaha bagi anak – anak muda untuk terus berkarya demi bangsa,” katanya.
Seorang wirausaha, kata dia, adalah seorang yang punya ide, seorang yang kreatif, seorang yang inovatif. Mereka, juga berani memulai yang serba baru yang dulu belum ada. Selain itu, berani mengambil risiko serta tidak pasif, tetapi aktif untuk menemukan sesuatu untuk berkarya.
Wirausaha juga, kata dia, harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada karena di balik setiap masalah pasti ada peluang. Mungkin, menjadi wirausaha terdengar menakutkan pada awalnya tetapi perubahan terbesar di dunia dipimpin oleh para wirausaha yang kreatif dan giat berkarya serta berani berinovasi tanpa kenal lelah.
”Steve Jobs misalnya, yang terkenal dengan petuahnya : “Innovation distinguishes between a leader and a follower,” katanya.
Beberapa kampus di Indonesia yang terkenal sudah menyediakan sejenis pusat inkubator bisnis. Contohnya ITB mempunyai LPIK (Lembaga Pengembangan Inovasi dan kewirausahaan), Universitas Bakrie mempunyai business incubator (http://ubpreneur.com/), dan ITS menyediakan Pusat Inkubator Industri. Semuanya diharapkan dapat menjadi fasilitas agar mahasiswa dapat mengembangkan inovasi dan mulai berwirausaha sejak dini.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/11/20/mwk6es-mahasiswa-harus-didorong-jadi-entrepreneur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar