Bangsa Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk
menjadikan negara ini pemimpin bagi negara – negara lain terutama dalam menghadapi
ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015.
Menurut Staf Ahli
Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Kawasan Ekonomi
Khusus, Kemendag, Karyanto Suprih, kampus harus menjadi pusat Entrepreneursip.
Jadi, mahasiswa harus didorong agar memiliki jiwa wirausaha.
”Setiap kampus,
harus mendorong jiwa kewirausahaan. Karena, bisa menciptakan lapangan
kerja yang banyak. Menteri, selalu berkeliling ke kampus-kampus, untuk
menyampaikan itu semua,” ujar Karyanto usai memberikan Kuliah Umum di Puncak
Milad Unisba ke 55, Rabu (19/11).
Menurut Karyanto,
pemberlakuan AEC, pasar ASEAN akan menjadi pasar yang terintegrasi untuk arus
masuk barang, jasa, dan investasi. Besar pasar AEC, cukup signifikan
dibandingkan dengan perjanjian perdagangan regional lainnya. AEC
merepresentasikan 600 juta populasi, PDB sebesar 3 triliun dollar Amerika atau
setara 32,92 persen dari total perdagangan dengan dunia.
Indonesia, kata dia,
memang harus meningkatkan daya saing untuk memastikan kesiapannya menghadapi
persaingan. Disinilah, kreativitas dan inovasi dapat menjadi senjata andalan
dalam menghadapi tantangan tersebut.
Namun, kata dia,
yang dibutuhkan tak hanya sekedar kreatif dan inovatif. Tentu, Indonesia tidak
ingin hanya menjadi pekerja bagi bangsa lain. Tapi, harus semakin banyak anak
bangsa yang mampu menciptakan bidang usaha di berbagai sektor.
”Oleh karena itu,
kami tidak bosan-bosannya mengajak dan memompa semangat wirausaha bagi anak –
anak muda untuk terus berkarya demi bangsa,” katanya.
Seorang wirausaha,
kata dia, adalah seorang yang punya ide, seorang yang kreatif, seorang yang
inovatif. Mereka, juga berani memulai yang serba baru yang dulu belum ada.
Selain itu, berani mengambil risiko serta tidak pasif, tetapi aktif untuk
menemukan sesuatu untuk berkarya.
Wirausaha juga, kata
dia, harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada karena di balik
setiap masalah pasti ada peluang. Mungkin, menjadi wirausaha terdengar
menakutkan pada awalnya tetapi perubahan terbesar di dunia dipimpin oleh para
wirausaha yang kreatif dan giat berkarya serta berani berinovasi tanpa kenal
lelah.
”Steve Jobs
misalnya, yang terkenal dengan petuahnya : “Innovation distinguishes between a
leader and a follower,” katanya.
Beberapa kampus di
Indonesia yang terkenal sudah menyediakan sejenis pusat inkubator bisnis.
Contohnya ITB mempunyai LPIK (Lembaga Pengembangan Inovasi dan
kewirausahaan), Universitas Bakrie mempunyai business
incubator (http://ubpreneur.com/),
dan ITS menyediakan Pusat Inkubator Industri. Semuanya diharapkan
dapat menjadi fasilitas agar mahasiswa dapat mengembangkan inovasi dan mulai
berwirausaha sejak dini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar