IPK atau Indeks
Prestasi Kumulatif adalah angka yang menunjukkan kemajuan mahasiswa mulai
semester awal hingga semester akhir. Nilai ini adalah rerata dari keseluruhan
indeks prestasi yang didapat setiap semesternya, atau yang biasa dikenal dengan
Indeks Prestasi Semester (IPS). Nilai tertinggi dari indeks prestasi adalah 4
dan terendah adalah 0.
Sekarang KampusNews
mau tanya, kalian maunya minimal dapat nilai IP berapa setiap semesternya?
Menurut pengalaman
dan pengamatan, KampusNews sarankan kalian memastikan dapat mencapai IP 3.00
setiap semesternya. Jadi IPK kalian juga minimal 3.00. Syukur kalau bisa 3.50
dan luar biasa kalau bisa 4.00.
Memangnya harus ya,
seperti itu? Penting ya, dapat IPK di atas 3?
Bukan masalah
penting atau nggak penting. Kelihatannya mahasiswa dengan IPK di atas atau
di bawah 3 memang tidak berbeda di mata kalian saat ini. Kalian menghirup udara
yang sama, makan juga sama-sama nggak kenyang kalau belum makan nasi, dan
kalian sama-sama jomblo (mungkin). Tapi dengan memiliki IPK di atas 3, kalian
sudah meringankan beberapa urusan yang akan kalian hadapi di kemudian hari.
Jadi ini berhubungan dengan masa depan kalian.
Tapi kan, nilai bukan
segalanya. Yang penting itu ilmunya. Soft skilljuga.
Yup, ilmu dari
materi kuliah dan juga soft skill memang menjadi pegangan yang penting bagi
masa depan kalian. Namun, anggaplah IPK ini sebagai syarat paling ‘nggak
penting’ yang harus bisa kalian capai. Jangan sampai kalian yang sudah memiliki
kemampuan lebih dan luar biasa ini harus gagal bersaing hanya gara-gara syarat
IPK yang ‘nggak penting’ itu tidak tercukupi. Itu sama saja seperti kalian
harusnya bisa menang lomba lari, tapi didiskualifikasi hanya gara-gara nggak
pakai sepatu. Konyol banget kan?
Jadi untuk apa IPK di
atas 3 itu?
Pastinya ini
berkaitan dengan hal-hal yang menjadikan IPK sebagai syarat.
Beasiswa
Ya, sebagian besar
beasiswa mensyaratkan IPK. Meskipun tidak semuanya meminta IPK di atas 3, tapi
di bawah itu masih cukup sulit untuk dicari. Beasiswa yang mensyaratkan IPK ini
biasanya adalah beasiswa kuliah. Hal ini lumrah mengingat maksud dari adanya beasiswa
adalah memberikan uang kepada seseorang. Karena berhubungan dengan uang,
pastinya tidak sembarang orang yang bisa mendapatkannya. Jangan sampai uang
tersebut terbuang percuma karena penerima beasiswa tidak mampu mencapai
ekspektasi penyedia beasiswa.
Biasanya penyedia
beasiswa ingin penerima beasiswa itu berhasil dalam kuliahnya, sehingga
selanjutnya penerima beasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya
untuk kebaikan. Lha, kalau nilainya jeblok, bukankah itu artinya dia harus
berusaha dua atau empat kali lebih keras untuk bisa memenuhi harapan penyedia
beasiswa nantinya? Tak heran, beasiswa yang pemberian dananya berjangka waktu
(misal: 4 tahun kuliah) juga mengharuskan penerima beasiswa untuk
mempertahankan nilainya atau beasiswa dihentikan.
Pekerjaan
Sebagian besar
pembuka lapangan pekerjaan mensyaratkan IPK . Umumnya, IPK yang dicari minimal
2.75 atau 3.00. Syarat seperti ini biasanya akan ada untuk pekerjaan-pekerjaan
yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan. Yang namanya perusahaan, biaya
dan keuntungan itu selalu menjadi pertimbangan, dan itu yang menyebabkan mereka
mensyaratkan IPK.
Nilai IPK
menggambarkan kemampuan/penguasaan seseorang dalam menyelesaikan permasalahan.
Semakin tinggi nilainya, semakin ahli seseorang, atau paling tidak semakin
mudah seseorang dalam mempelajari sesuatu. Itulah yang dipercaya oleh
perusahaan. Perusahaan ingin meminimalisir biaya yang diperlukan sehingga
pekerja ini bisa menghasilkan sesuatu untuk perusahaan. Untuk pemasukan yang
sama, tentunya perusahaan lebih mencari orang yang bisa kerja dengan sedikit
instruksi daripada orang yang harus dituntun dulu untuk melakukan ini dan itu.
Kedengarannya kejam
dan tidak adil!
Seolah-olah buku
yang dinilai dari sampulnya, sama juga kemampuan seseorang dilihat dari
IPK-nya, padahal tidak selalu seperti itu. Kenyataannya juga masih banyak orang
yang berhasil, tapi nilainya jeblok. Masih ada orang yang sukses meskipun
akhirnya harus DO. Hei, mereka itu pengecualian. Memangnya kemampuanmu sama
seperti mereka? Bukannya merendahkan, tapi bukankah lebih baik kalau bisa
menjadi orang yang sukses tanpa mengesampingkan akademis?
Apapun itu,
KampusNews akan selalu mendoakan agar nilai kalian bisa sesuai dengan harapan
dan memuaskan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar